KONSEP KUFR DALAM AL QUR’AN

Juni 2, 2008 pukul 1:32 am | Ditulis dalam Al Qur'An | Tinggalkan komentar

Manusia adalah makhluk Allah yang paling sempurna karena diberi potensi akal pikiran untuk dapat membedakan hal yang baik dan yang buruk, hal yang salah dan benar. Tetapi pada kenyataannya banyak manusia yang tidak dapat mempergunakan akalnya sehingga tidak dapat mencari kebenaran. Banyak manusia kafir dan pengingkar merajalela di bumi ini, bahkan lebih banyak daripada manusia mukmin dalam arti yang sebenarnya.
Kepicikan, kebodohan, kebutaan hati dan pikiran, serta tertutupnya hati nurani menjadi faktor penyebab terjadinya kekafiran dan pengingkaran, sehingga mereka tidak dapat lagi mendapatkan kebenaran yang hakiki. Apalagi ditambah dengan terpupuknya sifat angkuh, congkak, dan sombong dalam diri mereka. Selain itu hilangnya moral akibat keputusasaan hidup juga dapat menjadikan seseorang terjerumus dalam kekafiran. Sebaliknya kesuksesan hidup juga acapkali membuat manusia lupa daratan sehingga terjatuh dalam lembah kufr. Dengan kata lain, baik keputusasaan maupun optimisme yang berlebihan tanpa kendali, keduanya dapat mengakibatkan kehancuran moral dan kekafiran.

Kufr dilihat dari segi bahasa berarti menutupi, secara istilah makna kufr adalah :
1. Kaffaro – Yukaffiru – Takfir
Yang berarti menghapuskan atau menghilangkan
2. Kaffarat yang berarti denda penebus dosa atau kesalahan tertentu
3. Kafur yang pada dasarnya berarti kelopak yang menutupi buah. Dalam Q.S Al Insan diartikan nama mata air di surga yang airnya putih, baunya sedap dan enak rasanya.
Kafur juga diartikan sebagai kata kiasan untuk menunjuk kepada sifat atau keadaan yang dingin sejuk dan bau yang sedap.
4. Kuffar (bentuk plural dari kafir) secara kontektual berarti petani-petani.
Dari makna kufr secara istilah di atas, dapatlah kita lihat bahwa salah satu dari esensi kufr adalah “menutupi” yiitu(menutup-nutupi nikmet dan`kefenaran. Term kufr(dalam bentuk keta kerja lampeu menggambarkan keoafiran yang sangat beragem, yang sangat dominan adalah kekafizan lalam arti pengingkaran dan pendustaan terhadap Allah, Rasul-rasul Nyi, ayat-ayat Nya, dan hari(kemudian, seperti delam Q.S(Al An’Aam ayat 4 yang artinya “ Dan tak ada suatu$ayatpun dari ayat-ayat Tuhan sampai oepada mereka, melainkan mereka selalu jevpaling dari xada Nya (mendustakanya )
Dalam Al Quran, perkataan kafir mengacu pada xerbuatan yang adi hubunoennya$dengan \uhan, sepevti mengmngkari nikmat-nikmat (berkah) Tuhan dan tidak berterima kasih kmpada-Nya (Q.[. 16:15 dan QnS 30:s4){ lari dari tanggung jawab atau berlepa{ diri dari suatu perbuatan (Q.S. 14:22) pembanokangan serta penolakan terhadap hukum-hukum Tuhan (Q.S 30:44).$Nemun dari 525$kali kata$kefri dan Isytiqaq (kata jadiannya) yang disebut dalam Al QurÒan, irti kafir yang paling dominan adalah pendustaan atau pengingkaran terhadap Allah SWT dan rasul-rasul-Nya, khususnya Muhammad SAW dengan ajaran-ajaran yang dibawanya.
Selain itu pengingkaran terhadap nikmat Allah juga salah satu bentuk kufr.
Jika kita lihat dari segi bentuknya term-term kufr dalam Al Qur’an dapat kita bedakan menjadi lima kata jadian yaitu :
1. Kata kerja yang menunjuk waktu lampau (fi’l madi)
Kufr dalam bentuk ini banyak merujuk pada orang-orang kafir Makkah yang banyak mendapatkan sorotan dan kecaman dalam Al Qur’an. Selain itu juga merujuk pada(umat-umat terdahulu yang ingkar kepada Allah dan membangkang terhadat Illal.
Smlain mtu pengingkazan |erhidap$nmkmat-niomat Amlah!jugi$bentuk kufr limn yang$diungoap dengan$kata kerja madi,`juge kekifmvan dilam bmntuk s}izikn Ninaq(smrti meneringkan watak-itik dan(kazakterisitik orang-orang kafir seperti tujuan hidup hanya untuk keduniaian, menjeliken s}eetan {ejagai`Tuhen dan penolong serti temenl(memiliki watak sombong den angkuh. Karena sifat-sifat it}lah mereka dianggap bisu, tulis, buta dan tidak berakal.
2. Kufr dalam kata kerja mudari’
Jenis kufr yang banyak diungkap pada term ini adalah kekafiran terhadap nikmat-nikmat Tuhan. Padahal dalam Al Qur’an jelas sekali disebutkan bahwa manusia dilarang mengingkari nikmat-nikmat Allah. Bahkan orang-orang yang mengingkari nikmat Allah mendapatkan ancaman berupa siksa dan laknat.
3. Kufr dalam kata kerja amr (perintah)
Makna kufr dalam hal ini tidak berarti perintah untuk berbuat kufr, tetapi berkaitan dengan usaha syaetan untuk membujuk manusia dengan memerintah manusia untuk kafir kepada Allah. Juga ajakan dari manusia kepada manusia lain untuk kufr kepada Allah.
4. Kufr dalam bentuk masdar atau kata kerja yang menunjuk kepada suatu peristiwa
Kufr dalam bentuk masdar dalam Al Qur’an muncul sebagai 41 kali, 37 kali dalam bentuk kata kufr, 3 kali dengan kata kufur dan satu kali dengan kata kufran.
Pada makna kufr tersebut biasanya kufr diperhadapkan dengan iman sebagai dua hal yang berlawanan dan tidak dapat dipertemukan, misalnya pada Q.S Al Baqarah ayat 108 yang artinya : “Apakah kamu menghendaki untuk meminta kepada Rasul kamu seperti Bani Israil meminta kepada Musa pada zaman dahulu? Dan barang siapa yang menukar iman dengan kekafiran, maka sungguh orang itu telah sesat dari jalan yang lurus.
5. Kufr dalam bentuk ism al fa’il
Ayat-ayat yang merujuk kufr dalam bentuk ism al fa’il mempunyai makna yang berfariasi. Tetapi yang paling banyak adalah kufr dalam arti ingkar, baik ingkar kepada Allah, pendustaan terhadap rasul-rasulNya, ayat-ayat Nya maupun hari akhir. Jenis kufr dalam bentuk ini membawa informasi yang sangat beragam mengenai macam-macam bentuk kekafiran serta watak dan karakteristik orang-orang kafir.
Selain makna kufr seperti yang telah penulis uraikan di atas banyak sekali kata-kata dalam Al Qur’an yang secara langsung mempunyai makna yang sama dengan makna kufr, misalnya :
1. Juhud
Juhud adalah lawan dari iqrar (pengakuan)
Jadi dalam hal ini juhud dapat disamakan dengan pengingkaran, terutama adalah pengingkaran terhadap nilai-nilai kebenaran, yang telah jelas diketahui bahwa hal yang diingkarinya itu adalah benar.
2. Nakr
Nakr adalah lawan dari irfan yang artinya mengetahui atau mengenal. Jadi makna nakr adalah kebodohan atau ketidaktahuan. Nakr juga dapat mengandung arti “kebencian” serta dapat berarti “kemungkaran”.
3. Ilhad
Ilhad adalah penyimpangan atau penyelewengan dari kebenaran.
4. Shirk
Shirk artinya adalah membuat atau menjadikan sesuatu selain Allah sebagai tambahan obyek pemujaan dan atau tempat menggantungkan harapan dan dambaan.
5. Penafikan iman
Para ulama berbeda pendapat dalam merumuskan pengertian kafir. Kalangan mutakalim (Ahli ilmu kalam) sendiri tidak sepakat dalam menetapkan batasan kafir, yaitu kaum khawarij mengatakan bahwa kafir adalah meninggalkan perintah Tuhan atau melakukan dosa besar; kaum muktazilah mengatakan, kafir ialah suatu sebutan yang paling buruk yang digunakan untuk orang-orang yang ingkar terhadap Tuhan, dan kaum Asy’ariyah berpendapat, kafir adalah pendustaan atau ketidaktahuan (al jahl) akan Tuhan SWT. Adapun di kalangan fukaha (ahli fikih) pengertian kafir dikaitkan dengan masalah hukum.
Selain kata yang secara langsung bermakna sama dengan kufr, dalam Al Qur’an dapat kita jumpai pula kata-kata yang secara tidak langsung menunjuk kepada kekafiran misalnya :
1. Fusuq
Pengertiannya adalah keluar dari pokok agama, atau keluar dari hidayah Allah
Sebutan bagi orang yang telah mengakui sekaligus mentaati hukum-hukum syara’ lalu ia merusak dan meruntuhkan pengakuannya itu dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang menyimpang dari ketentuan syara’ tadi, baik sebagian maupun seluruhnya.
2. Zulm
Mempunyai arti yang bermacam-macam, misalnya : aniaya, kejahatan, dosa, ketidakadilan, kesewenang-wenangan, dan lain-lain yang pada dasarnya mengandung arti “menempatkan sesuatu bukan pada tempat yang seharusnya”. Jadi zulm adalah lawan dari ‘adl (adil)
3. Fujur
Fujur berarti “menyingkap penutup agama” larangan-larangan agama pada hakikatnya ditutupi oleh dinding-dinding penyekat. Bila seseorang melanggar larangan agama berarti dia telah merusak dinding penyekat itu dan iapun telah berbuat fujur.
4. Ijram
Yaitu setiap upaya atau tindakan yang tidak disenangi.
5. Isyan
Isyan pada dasarnya berarti “keluar dari ketaatan” juga bermakna dosa atau maksiat. Isyan lebih berkonotasi umum karena meliputi dosa besar dan kecil.
6. Dalal dan Ghayy
Dalam term agama dalal adalah penyimpangan dari jalan yang lurus baik disengaja maupun tidak sedangkan Ghayy berarti kebodohan karena meyakini akidah yang rusak. Jadi ghayy juga berkonotasi sesat.
7. Israf
Yaitu berarti melampaui batas atau penyimpangan dari hal yang semestinya, terutama dalam hal kemaksiatan dan kejahatan.
8. I’tida
Arti i’tida mengandung implikasi kebencian, permusuhan, dan pelanggaran terhadap hak-hak orang lain.
9. Fasad
Fasad seringkali digunakan untuk menunjuk perbuatan orang-orang kafir yang seringkali menimbulkan kerusakan dan keonaran di tengah masyarakat.
10. Ghulfat
Yaitu kealpaan yang menimpa seseorang karena kurang mawas dan kurang menjaga diri.
11. Kidhb
Artinya adalah dusta, yaitu mengatakan atau memberitakan sesuatu yang bertentangan dengan yang sebenarnya.
12. Istikbar dan takabbur
Artinya adalah kesombongan dan keangkuhan.
Dari penjelasan di atas tentang makna kufr baik secara terang-terangan maupun yang bermakna samar maka pada dasarnya kufr dapat dibagi menjadi bermacam-macam jenisnya. Jenis kufr itu menurut Ibn Manzur Al Ansari (1232-1311 M) adalah :
1. Kufr al inkar
Yaitu mengingkari (Tuhan) dengan hati dan lidah serta tidak mengenal ketauhidan.
2. Kufr al juhud
Yaitu mengakui (Tuhan) dengan hati tetapi tidak mau mengikrarkan dengan lidah.
3. Kufr al mu’anadat
Yaitu mengenal Tuhan dengan hati, mengakui Nya dengan lidah tetapi tidak mau menjadikannya sebagai suatu keyakinan karena adanya rasa permusuhan, dan dengki.
4. Kufr al nifaq
Yaitu mengakui (Tuhan, Rasul dan ajaran-ajarannya) dengan lidah tetapi mengingkari dengan hati.
5. Kufr dalam arti syirik
Yaitu mempersekutukan Tuhan dengan sesuatu
Syirik terbagi menjadi 2 macam :
a. Syirik dalam masalah uluhiyah (ketuhanan) dan ibadah
b. Syirik terhadap rububiyah (kekuasaan Allah)
6. Kufr al nimat
7. Kufr al irtidad (murtad)
Yakni kembali menjadi kafir sesudah beriman atau keluar dari islam.
Orang murtad telah mengenal Allah, telah mengenal kebenaran tetapi karena hawanafsu, atau keras kepala atau tidak mendapat keuntungan benda yang diharapkan, mereka menjadi kafir.
8. Kufr al bara’at
Konsekuensi kafir ditegaskan dalam beberapa ayat Al Qur’an, antara lain dinyatakan bahwa orang-orang kafir akan mendapatkan siksa yang sangat keras didunia dan di akherat (Q.S. 3:56 dan Q.S. 13:33-34), mereka akan memperoleh kehinaan di dunia dan azab yang lebih besar di akhirat (Q.S. 2:85 dan Q.S. 39:26) dan amalan-amalan mereka akan gugur dan sia-sia di dunia dan di akherat (Q.S. 2:217 dan Q.S 3:21-22).

Kesimpulan
Secara semantis, term kufr mempunyai keterkaitan kuat dengan term-term lain dalam Al Qur’an yang mengandung etika buruk. Term-term yang secara langsung dan eksplisit, mengandung makna kufr pada dirinya, selain term kufr sendiri, adalah fuhud, ilhad, inkar dan shirk. Sedangkan term-term lain yang secara tidak langsung dan implisit mengandung makna kekafiran adalah fisq (fusuq), zulm, fujur, jurm (ijram), dalal dan ghayy, fasad, i’tida, israf, ‘isyan, kibr (takabbur, istikbar), kidhb (takdhib), dan ghaflat. Term-term ini, bila muncul dalam bentuk ism al fa’il (active partisipial, pelaku), umumnya merujuk kepada orang-orang kafir. Ini membuktikan bahwa kufr adalah term yang berdimensi banyak, dapat dilihat dari berbagai aspek makna, dan sekaligus menempati posisi sentral dari seluruh etika jahat dalam Al Qur’an.
Dari ungkapan-ungkapan kufr dalam Al Qur’an yang sangat beragam, dan dilihat dari sudut tekstual dan kontekstual ayat-ayat yang berbicara tentang kufr itu, setidaknya dapat diidentifikasi tujuh jenis kufr. Ketujuh jenis kufr itu adalah : kufr al inkar, kufr al juhud, kufr al nifaq, kufr al shirk, kufr al ni’am, kufr al riddat, dan kufr ahl al kitab. Masing-masing dari jenis kufr ini mempunyai karakteristik tersendiri. Akan tetapi, secara umum karakteristik dari jenis-jenis kufr itu dapat dirujukkan pada makna kufr secara bahasa, yaitu menutup (al star wa al taghtiyyat). Jelasnya, orang-orang kafir adalah mereka yang menutup-nutupi kebenaran. Kebenaran yang dimaksud meliputi : Tuhan sebagai kebenaran mutlak dan sumber segala kebenaran; semua yang berasal dari Tuhan dalam bentuk ciptaan-ciptaan-Nya yang berhikmah; semua ajaran yang berasal dari-Nya dan disampaikan oleh rasul-rasul-Nya; kebenaran sebagai lawan dari kebatilan, kepalsuan, dan ketidakhakikian. Jadi, orang-orang kafir adalah mereka yang menolak, mendustakan, mengingkari, dan bahkan anti kebenaran-kebenaran yang dimaksud. Bila dikaitkan dengan kufr nikmat, maka orang-orang kafir adalah mereka yang menutup-nutupi nikmat-nikmat Tuhan, dalam arti, menyembunyikan nikmat-nikmat tu, menempatkannya bukan pada tempatnya, dan menggunakannya bukan pada hal-hal yang diridhai oleh Tuhan sebagai nikmat.
Sebagai induk kejahatan, kufr pasti mendapat hukuman dan pembalasan berupa siksa. Siksa ini adalah akibat logis dari pertanggungjawaban seseorang atas perbuatan yang dilakukannya. Siksa dapat terjadi secara kelompok dan individu, siksa hanya terjadi di dunia. Sedangkan secara individu, siksa dapat terjadi di dunia tetapi baru akan disempurnakan di akhirat kelak. Siksa di dunia secara kelompok, biasanya datang dalam bentuk musibah kolektif atau penghancuran total atas suatu kelompok masyarakat tertentu. Siksa seperti ini mempunyai hubungan kausal dengan apa yang pernah dan atau sedang dilakukan oleh masyarakat tersebut dan dinamai sunnat Allah. Sunnat Allah ini tetap berlaku pada umat-umat terdahulu dan dapat terjadi pada masa kini dan masa datang, yakni bila kezaliman, kefasikan dan kekafiran telah merajalela dalam suatu masyarakat.
Secara individu, azab bagi orang kafir, di dunia ini, dapat mengejawantah dalam berbagai bentuk. Akan tetapi, siksa yang paling menonjol adalah kemelaratan rohani, ketidaktentraman jiwa dan ketidaktenagan batin. Ini adalah konsekuensi logis dari falsafah hidup yang bertumpu pada keduniaan, yang hedonistis, yang bersifat kekini-disinian, yang bersifat sesaat, dan tidak memberi kepuasan dalam arti yang sebenar-benarnya. Sedang pembalasan yang sempurna (al jaza’ al awfa) bagi setiap pribadi baru akan terlaksana di akhirat berupa siksa neraka yang maka dahsyat dan bervariasi disertai penyesalan abadi yang tak berkunjung.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Mustafa Al Maragi, Tafsir Al Maragi (Terjemah K. Anshori Umar Sitanggal, dkk), Semarang, Toha Putra Cetakan II, 1992

Depag RI, Al Qur’an dan Terjemahannya, Semarang, Toha Putra, 1989

Dewan Redaksi Ensiklopedi Islam, Ensiklopedi Islam 2, Jakarta, Ichtiar Baru Van Hoeve, 1997

Harifuddin Cawidu, Konsep Kufr dalam Al Qur’an, Jakarta, Bulan Bintang, 1991

Hamka, Tafsir Al Azhar Juz III, Jakarta, Pustaka Panjimas, 1983

M. Rosyid Rida. Tafsir Al Qur’an Al Hakim, (Tafsir Al Manar), Kairo, dan Al Manar, 1373

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: