KONSEP KUFR DALAM AL QUR’AN

Juni 2, 2008 pukul 1:32 am | Ditulis dalam Al Qur'An | Tinggalkan komentar

Manusia adalah makhluk Allah yang paling sempurna karena diberi potensi akal pikiran untuk dapat membedakan hal yang baik dan yang buruk, hal yang salah dan benar. Tetapi pada kenyataannya banyak manusia yang tidak dapat mempergunakan akalnya sehingga tidak dapat mencari kebenaran. Banyak manusia kafir dan pengingkar merajalela di bumi ini, bahkan lebih banyak daripada manusia mukmin dalam arti yang sebenarnya.
Kepicikan, kebodohan, kebutaan hati dan pikiran, serta tertutupnya hati nurani menjadi faktor penyebab terjadinya kekafiran dan pengingkaran, sehingga mereka tidak dapat lagi mendapatkan kebenaran yang hakiki. Apalagi ditambah dengan terpupuknya sifat angkuh, congkak, dan sombong dalam diri mereka. Selain itu hilangnya moral akibat keputusasaan hidup juga dapat menjadikan seseorang terjerumus dalam kekafiran. Sebaliknya kesuksesan hidup juga acapkali membuat manusia lupa daratan sehingga terjatuh dalam lembah kufr. Dengan kata lain, baik keputusasaan maupun optimisme yang berlebihan tanpa kendali, keduanya dapat mengakibatkan kehancuran moral dan kekafiran.
Continue Reading KONSEP KUFR DALAM AL QUR’AN…

Iklan

TAFSIR JALALAIN

Juni 2, 2008 pukul 1:21 am | Ditulis dalam Al Qur'An | Tinggalkan komentar

SURAT AL FATIHAH (Pembukaan Makkiyah, 7 ayat Juz 1
Surat Al Fatihah diturunkan di Mekkah, jumlah ayatnya ada tujuh. Menurut pendapat ada yang menganggap bahwa basmallah sebagai salah satu ayatnya dan ayat ketujuhnya mulai dari “Shirotholladzi” sampai akhir surat. Jika basmallah bukan sebagai salah satu ayat dari Al Fatihah, maka ayat ketujuhnya mulai dari “Ghoiril maghdlubi” sampai akhir surat. Berdasarkan anggapan ini, maka sebelum ayat ketujuh diperkirakan adanya kalimat “Quluu” supaya ayat yang ketujuh ini maknanya sealur dengan ayat-ayat sebelum ayat “Iyyaka na’budu” yang kesemuanya itu dianggap sebagai doa dari hamba-hamba Allah.
   
1. بسم الله الرّمن الرّحيم
(Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang)
   
2. الحمد الله
(Segala puji bagi Allah) lafadz ayat ii merupakan kalimat berita, dimaksud sebagai ungkapan pujia kepada Allah. Bahwa Allah SWT adalah Yang memiliki semua hamba-Nya. Atau bisa juga yang dimaksud adalah Dzat yang harus mereka puji. Lafadz Allah merupakan nama bagi Dzat yang berhak disembah.
رب العالمين
(Tuhan semesta alam) artinya Allah adalah Yang memiliki pujian semua makhluk-Nya, yaitu terdiri manusia, jin, malaikat, hewan-hewan melata dan lain-lain. Itu semua disebut alam. Lafadz “Al ‘alamin” merupakan bentuk jamak dari lafadz “‘Alam” yaitu dengan memakai huruf Ya dan huruf Nun pada akhirnya secara qhalabah. Alam semesta merupakan mengingat pertanda bagi adanya yang menciptakannya.
  (3)
3. الرّمن الرحيم
(Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang) yaitu yang mempunyai rahmat adalah menghendaki kebaikan bagi orang menerima.
   
( Maaf Belum slesai)

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.