CARA MENGGUNAKAN KURIKULUM DAN PERAN GURU DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM

Oktober 30, 2008 pukul 5:41 am | Ditulis dalam Pendidikan | Tinggalkan komentar

Kurikulum sangat penting bagi masyarakat karena masyarakat harus menyerap lulusan sekolah sebagai hasil kurikulum yang telah mereka jalani dan mutu masyarakat banyak bergantung pada mutu kurikulum.
Orang tua semua terlibatd alam baik buruknya kurikulum sekolah, karena nasib anak mereka, masa depannya, perkembangannya sebagai manusia banyak yang ditentukan oleh kurikulum pemerintah tentu sangat berkepentingan tentang mutu kurikulum, karena kurikulumlah alat yang paling ampuh untuk membina bangsa dan negara untuk mempertahankan eksistensinya dalam persaingan bangsa di dunia.
Kurikulum tak kurang pentinya dengan anak didik sendiri, karena menyakut nasib dirinya, masa depan, cita-citanya menjadi manusia. Continue Reading CARA MENGGUNAKAN KURIKULUM DAN PERAN GURU DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM…

Iklan

PERPUSTAKAAN KELILING SEBAGAI ALTERNATIF BAGI PELAYANAN PENDIDIKAN

Juni 2, 2008 pukul 1:28 am | Ditulis dalam Pendidikan | Tinggalkan komentar

A. Pendahuluan
Tulisan sederhana ini terinspirasi dari pengalaman penulis, saat penulis dipercaya sebagai pengelola dan wali kelas unggul. Saat itu timbul ude dari penulis untuk memanfaatkan pojok kelas sebagai “mini library” atau perpustakaan mini. Dengan menggunakan sistem “place utility” yang memudahkan bagi pembaca untuk memanfaatkan buku bacaan. Bagi siswa yang mempunyai buku bacaan, referensi, buku cerita, majalah atau buku apa saja yang dirumahnya kurang bermanfaat atau tidak dimanfaatkan dapat ditaruh/ditempatkan pada rak buku “mini library”. Jadi bagi investor buku diberi hak untuk menaruh atau menempatkan buku dengan bebas maupun saat menariknya kembali. Kepercayaan diserahkan sepenuhnya kepada pengelola perpustakaan mini. Kemudian pengelola berhal dan berkewajiban mengelola pendistribusian, perawatan maupun pemeliharaan dan penjagaan keutuhan buku. Bagi pemakai jasa perpustakaan mini disyaratkan untuk dapat bersifat amanah (dapat dipercaya). Ketiga komponen ini baik investor, pengelola maupun pemakai saling kait-mengait, saling bekerja sama maupun saling memberi manfaat. Menuurt pantauan penulis kegiatan perpustakaan mini ini banyak memberikan manfaat baik bagi upaya pengembangan minat baca, pengembangan keilmuan, terlebih lagi bagi penunjang bagi penguasaan materi tertentu. Hal ini dapat dibuktikan dari data peminjaman, juga meningkatnya hasil prestasi belajar siswa. Sebelum ada mini library murid kelas unggul harus meminjam buku ke perpustakaan sekolah yang tentu harus menyempatkan waktu tertentu dan persyaratan prosedural yang harus dipenuhi setelah ada mini library siswa dapat memanfaatkannya kapan saja khususnya jam sekolah.
Continue Reading PERPUSTAKAAN KELILING SEBAGAI ALTERNATIF BAGI PELAYANAN PENDIDIKAN…

PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM

Juni 2, 2008 pukul 1:05 am | Ditulis dalam Pendidikan | Tinggalkan komentar

Dari judul di atas dapat diartikan, menurut pemikiran Abdul Munir Mulkhan bahwa pendidikan tidak sekedar menstranfer ilmu pengetahuan (transfer knowledge) kepada peserta didik tetapi lebih dari ilmu, yakni menstrafer nilai (transfer of value). Selain itu, pendidikan juga merupakan kerja budaya yang menuntut peserta didik selalu mengembangkan potensi daya kreativitas yang dimilikinya agar tetapi survive dalam hidupnya. Karena itu, daya kritis dan partisipasi harus selalu muncul dalam jiwa peserta didik. Anehnya, pendidikan yang telah lama berjalan tdiak menunjukkan kemajuan yang diinginkan. Malah penddiikan hanya dijadikan alat untuk berbagai kepentingan. Agar pendidikan mampu meralisasikan cita-citanya, maka dieprlukan sebuah konsep atau kerangka pendidikan yang mampu mengembangkan potensi yang dimiliki manusia, konsep tersebut adalah humanisasi. Continue Reading PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM…

Islam bagi kemanusiaan

Maret 11, 2008 pukul 2:31 am | Ditulis dalam Pendidikan | Tinggalkan komentar
Islam bagi kemanusiaan

           Secara normative islam mengajarakan kepeduliaan pada kemansuiaan yang jauh lebih penting dari dan diatas ritual pada Tuhan. Melalui ajaran ini kesalehan seorang muslim hanya mungkin dicapai jika ia membela sesama manusia yang memerlukan, dengan itu ia berada di pihak Tuhan.. selain itu, seoang muslim akan mengenal Tuhan dengan baik jika ia juga mengenal secara baik kemanusiaan dirinya dan kemanusiaan pada umumnya. Para rosul Tuhan di utus ke muka bumi untuk menebarkan kasih sayang (rahmat) bagi semua manusia dan seluruh alam makhluk ciptaan Tuhan.
        Dengan jelas islam (al Qur’an dan sunnah Rasul) mengajarkan bahwa kesalehan akan diperoleh seseorang jika ia bisa memberikan kepada orang lain apa yang paling baik bagi dirinya. Hanya orang beriman yang bisa menghormati tetangga dan tamunya. Dan Tuhan akan menjadi penolong seseorang jika ia menajdi penolong sesamanya. Semua kepedulian kemanusiaan tiu harus diberikan tanpa memandang batasan formal kegamaan.
         Permasalahannya menjadi lain ketika tafsir elite agama (ulama) tentang ajaran itu dipandang sebagai kebenaran tunggal dengan kesempurnaan mutlak seperti keyakinan terhadap kebenaran dan kesempurnaan Tuhan (Allah) itu sendiri. Tafsir dan ajaran lai nbukan hanya salah, tetapi dipandang sebagai ancaman terhadap nasib pemeluk islam di dunia dan sesudah kematian kelak. Kemanusiaan dan pemihakkan kemanusiaan hanya terletak di dalam tafsir sepihak tersebut. Amatlah suit bagi seorang muslim yang saleh untuk menerima dan mengapresiasi HAM kecuali hal itu terletak didalam tafsir tunggal tersebut. Bahkan juga tidak bsia disadari adanya pluralitas penafsiran atas sebuah teks ajaran justru diantara ulama apalagi di antara pemeluk islam kelas awam.
         Karena itu, tidak ada pluralitas di dalam doktrin islam kecuali dipandang sebagai ancaman. Agama dan tuhan tleh berubah dari harapan bagi kemanusian menjadi sesuatu yang menkautkan dan ancaman bagi kemanusiaan itus endiri8. kesalehan ekmudian berubah dari kepeduliaan pada kemansuiaan menjadi sebuah kesibukan “ngurusi atau membela Tuhan” yang sebenarnya tidak perlu di urusi dan dibela. Bukankah manusia dn ala mini seluruhnya adalah ciptaan Tuhan itus endiri? Bagaimana mungkin makhluk ciptaan Tuhan bisa membela dan ngurusiu Tuhan? Bukankah kehadiran Tuhan dengan agama-Nya justru agar manusia bsia hidup sejahtera?
        Kecenderungan ekslusif tersebut dibeabkan peletakan hukum positif(syariah) sebagai ajaran utama islam. Seluruh ajaran tentang kepercayaan, akhlak, ritual dan hubungan sosial dipahami dari perpektif hukum syariah yang amat kaku, keras, beku dan mati. Hal ini disebabkan oleh dominasi ahli syariah yang berkolaborasi dengan politisi di dalam sejarah islam yang mulai muncul beberapa abad sesuah rasul muhammad sae wafat pada akhir abad ke 7. pemikiran kritis pada masa itu kemudian ditindas secara teologis atau pui politisi oelh penguasa islam.
            Kekerasan teologis tersebut meenjadi semakin membekud an berkembangf menjadi sebuah ideologi ”jihad” dalam gerakan modernisasi di sekitar ta abad 13. hal ini makin mengeras sesudah kekalahan politik islam dalam perang salib dengan runtuhnya baghdad sebagai simbol kekuasaan politik silam. Islam bukan hanya tmapil dalam wajah syariah yang ekslusifm, kaku dan keras, tetapi juga cenderung reaktif yang memandang perbedaan dan apa yang diluar dirinya sebgai ancaman nasib pemeluk islam secara ekonomi-politik dan nasib pemeluk islam secara ekonomi, politk dan iptek diletakkan sebagai ancaman. Hal ini jauh berbeda dari kelembuatan kemanusiaan dalam risalah muhamman saw sendiri.
           Dalam perpektif tersebut, tuhan juga dimengerti sebagai hakim yang keras dan tanpa kompromi. Dalam situasi terdesak, dengan mudah seorang atau sekelompok pemeluk ebrtindak atas dnama tuhan yang dengan itu boleh berbuat apapun termasuk melanggar HAM. Semakin dekat seseorang pada tuhan dans emakin saleh seseorang cenderung semakin tidak mansuiawi.
Dalam hubungan itulah menjadi penting meletakkan agama sebagai tafsir tentang ajaran tuhan yang diberikan didalam teks dan diperlihatkan di dalam konteks.s elain itu juga penting menempatkan keberagaman sebagai proses pemahaman terhadap ajaran tuhan yang terus hidup dan terbuka, kritis dan kreatid. Dengan demikian kesalehan seseorang bisa bisa dilihat dari kepeduliaannya pada kemanusiaan dan pembelaannya pada yang tertindas tanpa melihat batas keagamaannya.
           Selanjutnya bisa disadari bahwa ketunggalan dan kemutlakan hanya ada di dalam ajaran tuha nitus endiri dan bukan di dalam tafsir tentang itu yang harus selalu bersifat relatif, terbuka dan plural. Ketunggalan ajaran tuhan tampil ddalam kenyataans sosial secara aplural dan ekmutlakan ajaran tuhan tampil dalam wujud yang relatif. Tuhan dan ajaran-nya tetap diyakini bersifat ekslusif, tunggal, mutlak dan sempurna, dan bisa tampil berbeda sesuai zaman dan bdaya pemeluknya sendiri. Tuhan dan ajarannya seharusnya tetap tak pernah dikekal dan karena tiu menajdi universal dan teap di dalam kemutlkaannya. Jika demikian kita bisa berharap tumbuhnya apresiasi pada HAM, demokrasi dan pluralitas keagamaan dan pemahaman terhadap ajaran Tuhan itu sendiri.

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.